Marissa Haque serahkan bukti pemalsuan ijazah Gubernur Banten

Marissa HaqueMarissa Haque pernah melaporkan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah karena telah memalsukan ijazah yang dikeluarkan oleh Universitas Borobudur. Kasus ini sebenarnya sudah berlangsung sejak dua tahun yang lalu. Dengan adanya tuduhan Marissa Haque seperti itu, pihak Universitas Borobudur tidak terima dengan tuduhan seperti itu akhirnya keduanya saling melaporkan. Kasus ini kemudian ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri dan belum diproses secara hukum.

Bukti-bukti yang ditemukan oleh Marissa Haque diserahkan kepada Pengadilan Negeri Tangerang pada hari Kamis (30/10/2008) pukul 11.00 WIB. Bukti yang ditemukan dan diserahkan oleh Marissa Haque itu sejumlah 112 bukti seperti Transkrip nilai serta judul skripsi milik Ratu Atut Chosiyah. Marissa Haque menyerahkan bukti tersebut kepada Iwiek Endang selaku Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri Tangerang.
Berita gugatan
Sebagai sama-sama politisi, yang dilakukan Marissa Haque ini tergolong sangat berani sekali dengan membeberkan tindakan curang dari politisi lain.

Semoga saja semua pejabat yang sudah duduk dikursinya masing-masing juga segera bisa terungkap kecurangannya.

About these ads

~ oleh Artistainer pada Oktober 30, 2008.

12 Tanggapan to “Marissa Haque serahkan bukti pemalsuan ijazah Gubernur Banten”

  1. Alhamdulillaaaah… Indonesia seharusnya sangat bangga memiliki seorang pejuang gigih Islami seperti Marissa Haque ini, tidak kemayu dan hanya berkutat soal indahnya memakai jilabab semata. Namun Marissa Haque menciptakan dimensi spiritual lain yaitu indahnya berjuang menjadi Kekasih Allah dengan terus mengatakan yang benar adalah yang benar dan siapapun yang salah walau dia Kyai PPP katakan bahwa dia salah! Apalagi kasus seorang perempuan berjilbab namun menggunakan ijazah palsu untuk mendapatkan posisi Gubernur Banten. Benar-benar “geli” dan menjijikkan. Allahu Akbar!
    Rina Antasarinah

  2. TANGKAP DAN PENJARAKAN GUBERNUR PALSU RATU ATUT CHOSIYAH. BILANG SAMA SBY jangan kasih hati JK sipacar gelap RATU ATUT ya???

  3. Marissa Haque Serahkan Bukti Pemalsuan Ijasah Atut

    Tangerang, (ANTARA News) – Marissa Haque menyerahkan berkas bukti pemalsuan ijasah palsu milik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah kepada Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, pada Kamis sekitar pukul 11.00 WIB.

    Artis istri Ikang Fawzi tersebut di Tangerang mengatakan barang bukti tindak pidana pemalsuan Ratu Atut Chosiyah yang diserahkan kuasa hukum Marissa Haque berjumlah 112 bukti.

    Barang bukti tersebut berupa kliping koran pemberitaan terkait ijasah palsu, transkrip nilai serta judul skripsi milik Atut Chosiyah diserahkan kepada Panitera Muda Perdata PN Tangerang, Iwiek Endang.

    Kuasa hukum Marissa Haque, Fredi Simanungkalit menuturkan, penyerahan barang bukti tindak pidana pemalsuan ijasah atas nama Ratu Atut Chosiyah untuk mematahkan kasus perdata gugatan balik pihak Universitas Borobudur yang mengeluarkan ijasahnya.

    Kronologi kasus tersebut berawal ketika Marissa melaporkan Ratu Atut Chosiyah dengan tuduhan pemalsuan ijasah palsu yang dikeluarkan Universitas Borobudur. Universitas swasta itu menggugat balik pencemaran nama baik dan melawan hukum.

    Kasus saling melaporkan tersebut ditangani Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri sejak dua tahun lalu. Hingga kini kasus tersebut belum diproses secara hukum.(*)

    COPYRIGHT © 2008

    Ketentuan Penggunaan

    Versi Cetak Beritahu Teman Beri Komentar

    Komentar Pembaca

    31/10/08 19:39
    Inilah hukum dinegara kita, seharusnya data apapun yang masuk kepolisi diperiksa dulu, nanti kalau tidak terbukti, panggil si pengadu. Kalau Atut terbukti pake Ijazah palsu jngan berlama-lama dibiarkan cepat hukum dia karena sudah membohongi publik.

    hm sabar Palembang (HM .Sabar@yahoo.co.id)

    03/11/08 16:05
    pak hm sabar…
    saya orang banten asli (tepatnya di Serang), percuma melalui jalan hukum soalnya Atut itu anaknya dari “bos gede”nya Banten… ga ada yang berani utak-atik keluarga ini… kalo pun keluarga ini atau salah satu anggotanya kena masalah hukum pasti cepet selesai.
    saking berpengaruhnya keluarga ini, para politikus juga tunduk….macam taufik kiemas..
    tapi saya tetep dukung mbak marissa….GANBATTE!!

    Kehl Bellrose

    05/11/08 00:18
    Allahu Akbar! Marissa Haque Kekasih Allah. Maju terus Ya Ukhti Marissa Haque. Walau tidak jadi masuk PKS, namun demi Allah kami semua masih menyayangi anda….selamanya.

    Saifuddin Amin PKS

    05/11/08 00:21
    Lha…memang Gubernur Banten itu adalah jatahnya PKS, ngapain si Atut Chosiyah yang dilantik SBY utnuk jadi Gubernur ya? Memangnya hanya jadi lulusan SMU bisa apa mimpin Banten yang miskin kerontang dan makan nasi aking??? Copot si Atut Gubernur palsu. Berikan kursi Gubernur Banten kepada PKS. Karena PKS yang berhak ada di Banten. Dan itu adalah Dr. Zulkieflimansyah, SE, MSC.

    Umi Sidabutar

    05/11/08 00:23
    Marissa Haque adalah pahlawan PKS. Dia menang telak dihati kami. Perjuangannya tak kenal lelah. SBY dan JK jangan pernah bermimpi lagi jadi pemimpin Indonesia kedepannya. BASI!!!

    Soesilo Yudhayana

    05/11/08 17:08
    pilkada Banten juga sebenernya ga sah.
    soalnya saat pilkada Atut belum turun jabatannya dari Plt. Gubernur…

    Kehl Bellrose

    06/11/08 12:25
    ini khan negara hukum demokrasi tidak ada lg KKN,..jadi kalau emg dia anak bos..ya peraturan hukum harus tetap berjalan kalau salah ya salah..jgn yg salah di benarkan….bravo buat mba marisaque…

    moy

    Berlangganan berita ANTARA via email gratis!

    Berita Sebelumnya
    Aktor Michael Caine dan Scarlett Johansson Presenter Konser Nobel
    Michael Jackson Siap Gelar Tur Bersama Saudaranya
    Dubes, Artis dan Politisi Nasehati Pemuda Indonesia

    Tentang Kami | Ketentuan Penggunaan | RSS Feed

    Copyright © 2008 ANTARA

  4. Marissa Haque Serahkan Bukti Pemalsuan Ijasah Atut

    Tangerang, (ANTARA News) – Marissa Haque menyerahkan berkas bukti pemalsuan ijasah palsu milik Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah kepada Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, pada Kamis sekitar pukul 11.00 WIB.

    Artis istri Ikang Fawzi tersebut di Tangerang mengatakan barang bukti tindak pidana pemalsuan Ratu Atut Chosiyah yang diserahkan kuasa hukum Marissa Haque berjumlah 112 bukti.

    Barang bukti tersebut berupa kliping koran pemberitaan terkait ijasah palsu, transkrip nilai serta judul skripsi milik Atut Chosiyah diserahkan kepada Panitera Muda Perdata PN Tangerang, Iwiek Endang.

    Kuasa hukum Marissa Haque, Fredi Simanungkalit menuturkan, penyerahan barang bukti tindak pidana pemalsuan ijasah atas nama Ratu Atut Chosiyah untuk mematahkan kasus perdata gugatan balik pihak Universitas Borobudur yang mengeluarkan ijasahnya.

    Kronologi kasus tersebut berawal ketika Marissa melaporkan Ratu Atut Chosiyah dengan tuduhan pemalsuan ijasah palsu yang dikeluarkan Universitas Borobudur. Universitas swasta itu menggugat balik pencemaran nama baik dan melawan hukum.

    Kasus saling melaporkan tersebut ditangani Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri sejak dua tahun lalu. Hingga kini kasus tersebut belum diproses secara hukum.(*)

    COPYRIGHT © 2008

  5. Pahlawan Kepemimpinan Muda Indonesia
    Sejak semalam disalah satu tv swasta Indonesia dan headline hari ini diharian Kompas, Gramedia Grup mengabarkan tentang makna dan proses menjadi seorang pahlawan. Tentulah klop dengan tanggal hari ini 10 November yang dinyatakan secara nasional sebagai Hari Pahlawan Indonesia. Di tv swasta semalam tersebut, salah seorang pakar motivasi Indonesia Mario Teguh mengatakan bahwa setiap dari kita adalah pahlawan. Seorang pahlawan bukanlah yang selalu yang berada pada posisi paling depan dimedan pertempuran dan tewas duluan. Dia dapat berada dimanapun, kapanpun, serta dalam kondisi apapun. Jadi artinya kita semua tanpa terkecuali mampu untuk menjadi pahlawan dilingkungan dimana kita bertempat tinggal.
    Pagi ini saya dan Ikang Fawzi suamiku diundang oleh salah seorang sahabat kami Eko Patrio untuk menjadi narasumber disalah satu acaranya berjudul “Dewa Dewi” yang berbentuk talkshow semi komedi namun selalu mampu menyelipi beberapa pesan socsal-ekonomi-hukum yang lumayan serius. Eko Patrio sebagai produser sekaligus host pada acaranya di TPI ini, dengan kecerdasan khasnya, mampu mendongkrak nama serta partainya sehingga mampu muncul menjadi calon legislatif 2009 yang paling diingakan kedua terbesar setelah Agung Laksono yang memang sampai hari ini adalah Ketua DPR RI. Posisi ketiga diraih saya Marissa Haque Fawzi yang merupakan sumbangan terbesar bagi partai kedua yang baru saya masuki dalam setahun belakangan ini. Dari 21 buah nama yang pop-up (muncul), ternyata 10 nama berasal dari kelompok selebriti (disebut artis) Indonesia. Jagad nasional tercengang, masyarakat elit dan intelektual protes. Sebagian positif, namuntak kurang yang negatif. Bahkan seorang pakar komunikasi dari UI (Universitas Indonesia) yang juga salah seorang pemandu acara semi komedi-politik di tv swasta memberikan komentar minor akan kenyataan didepan mata ini. Hanya satu-dua komentar yang muncul dimedia memberikan dukungan atas kehadiran entitas ‘alien’ kami ini. Salah satunya adalah komentar manis dari Dr. Andi Malarangeng salah seorang staf khusus / jubir Presiden RI. Ia mengtaakan bahwa adalah hak dari para selebriti tersebut untuk hadir menjadi politisi, karena memang peluang terbuka bagi siapapun yang mampu dan memenuhi syarat. Ya benar, sata setuju dan memberikan apresiasi tinggi atas komentar positif tersebut. Karena sejujurnya, bahwa sang Presiden RI pun belakangan ini memasuki wilayah ruang selebritas di beberapa infotainment Indonesia. Entah siapa konsultan medianya, karena yang jelas memang – diluar tugas konstitusional kenegaraan – langkah Presiden memasuki wilayah ‘remeh-temeh’ tersebut berdampak positif atas pelurusan berita gossip yang sempat menerpa sang Presiden. Semisal kelahiran cucu pertamanya yang dianggap diapkasakan melalui operasi secsio demi mengejar bersamaan dengan HUT proklamasi kemerdekaan Indonesia.
    Siang nanti saya diterima oleh Bambang Sulistomo anak Pahlawan Negara Bung Tomo asala Surabaya. Mas Bambang senior suamiku di FISIP-UI saat kuliah dulu, adalah salah seorang supporter utama saya selama berjihad menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan hukum didalam menegakkan keadilan Pilkada Banten 2006 yang sangat kaya akan kecurangan serta intimidasi itu. Bung Tomo, Ayah Mas Bambang baru saja diresmikan menjadi salah seorang pahlawan Negara kita. Pertanyaannya kemudian: “Why it takes so long?” kenapa lama sekali pengakuan menjadi pahlawan ini diberikan sebuah negara yang katanya merdeka dan berdaulat? Apa yang salah selama ini dengan negeri ini didalam mengapresiasi para pahlawannya? Walau sejauh yang saya tahu bagi keluarga Mas Bambang, diakui atau tidak soal kepahlawanan ayahnya, mereka menganggap dari dulu ayah mereka adalah seorang pahlawan sejati. Menurut Mario Teguh semalam, dikatakah bahwa seorang pahlawan sejati tidak perlu pengakuan dari orang lain. Ia bagaikan sebuah lilin yang rela meleleh demi memberikan penerangan pagi sekelilingnya. Nah, bagaimana dengan kita semua? Sejauh mana (to what extent) keikhlasan kita berbuat banyak atas kebaikan tanpa orang lain harus mengetahuinya?
    Tiba-tiba tangan saya tanpa sengaja membuak sebuah sms yang sengaja saya simpan untuk tetap menjaga ‘bara’ jihad perjuangan menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan hukum diranah Banten ini. Kiriman seorang wartawan perempuan yunior yang pernah saya kagumi kecerdasannya, lulusan sebuah univeritas bergengsi di Provinsi Jawa Timur. Saya memang mengirimkan lebih dulu sebuah sms undangan untuk hadir pada sidang pembuktian kasus dugaan ijazah palsu Gubernur Banten disaat mengikuti Pilkada Banten 2006 yang lalu di PN Tangerang, Banten. Namun jawaban yang saya peroleh sangat mengagetkan karena sangat ketus dan menurut saya yang memiliki banyak sahabat para wartawan Kompas grup yang lebih senior, masya Allah… kurang bebudaya. Untungnya saya telah melaui perjuangan selama hamper 2 tahun dan telah melalui berbagai asam-manis-pahit perlakuan diskriminatif dari oknum media. Dan saya berhasil membeuktikan kebenaran dari teori media massa The Framing Analysis yang mengatakan bahwa didalam era indutri media seperti sekrang ini, tidak ada media yang benar-benar seputih kapas. Semua media membawa misi dan visi sang pemilik / pemodal dibelakangnya. Semua menuju satu arah, yaitu growth only. Dalam koridor teori ekonomi pembangunan artinya adalah mengejar keuntungan setingi-tingginya, dan sebagian dari pelaku industi media terperosok dalam jebakan economic drive ini sehingga melupakan idealisme media sesungguhnya. Tentu tidak berlaku umum, karena konteks di Indonesia masih banyak yang tidak seperti itu dan perhati ini terpaksa harus berurusan dengan pengadilan karena sedang melakukan jurnalisme perang atas oknum preman berdasi yang dimasa lalu – diduga masih berlaku sampai hari ini – masih seakan aman-aman saja berjalan “dijalur sutra dan masuk surga.” Saya telah memamafkan sang wartawan perempuan yunior tersebut setelah dengansangat ‘sadis’ mengatakan kepada saya:”… saya tidak tertarik mengabarkan dimedia saya apa yang kamu lakukan karena kamu sudah kalah.”
    Sejujurnya sebagai manusia perempuan biasa saya sangat sedih atas dua kata dia yang terakhir, yaitu “sudah” dan “kalah.” Jawaban saya untuk dia semoga tidak mengecewakan almarhum ayah dan ibuku sebagai berikut: “Hi mbak ‘…’ Bagi saya kekalahan itu hanyalah pernyataan didalam pikiran kita, tidak lebih. Terimakasih banyak atas balasan smsnya, namun tidak akan mempengaruhi jihad saya didalam menjujurkan keadilan dan membingkai politik dengan hukum. Kegagalan hanyalah kemenangan yang tertunda. Juga menang adalah kemampuan mengalahkan diri sendiri. Saya akan tetap apa adanya dengan perjuangan saya ini, karena saya yakin Allah SWT selalu bersama langkah kanan saya – being blessed by God the Almighty, Allah SWT. Bismillaaaah… Salam kasih, Marissa.” Demikian kurang lebih is isms saya dengan upaya nada bersahabat dan tidak ingin terpancing emosi. Pertanyaan selanjutnya adalah: “Apakah saya ingin dikatakan pahlawan dengan perjuangan melelahkan di Banten ini?” Hari ini dan seterusnya kedepan, saya harus meyakinkan diri saya bahwa sebagai menantunya wong Banten saya hanya melakukannya hanya karena Allah SWT semata, untuk menjadi KEkasih-Nya. Tidak lebih dan tidak kurang… Allahu Akbar, merdeka!

    Oleh: Dr. Hj. Marissa Haque Fawzi, SH, MHum.

  6. Guru adalah Cahaya
    Ditulis pada 21 Nopember 2008 oleh pakarfisika

    Guru is Cahaya
    Itu ungkapan Syekh Dr. Kholil Al Harby dari Universitas Madinah Arab Saudi pada acara Seminar dan Motivasi Guru “Pendidikan Iman Takwa dan Akhlak Mulia” yang diikuti sekitar 1000 (seribu) orang guru dari Bandung dan sekitarnya. Suatu bangsa dapat diamati ‘kecerahan’ cahayanya dengan melihat kondisi gurunya. Jika bangsa itu, kurang bercahaya, berarti ada masalah di gurunya. Demikian pula sebaliknya.

    Beliau tidak tahu dan tidak bermaksud menyindir Indonesia, tapi rasanya bangsa kita yang masih ’sakit’ ini, mungkin juga disebabkan oleh kondisi gurunya yang lagi ‘redup’ cahayanya.

    Di sisi lain, Prof. Dr. Ahmad Tafsir, MA dari UIN SGD Bandung juga menceritakan diskusi di Depdiknas pusat tentang pendidikan Indonesia. Semua menyoroti bahwa pendidikan kita kurang daya saing, dan sebagainya.
    Saya ingin beda, saya melihat pendidikan kita telah gagal, karena masih melahirkan para koruptor, orang-orang beringas dan perangai buruk lainnya” …itu kata beliau.

    Agar guru betul-betul dapat ‘bercahaya’ dan ‘dapat melahirkan orang-orang baik, tidak ada pilihan, guru harus banyak belajar dari sosok Laskar Pelangi… Ini sih ungkapan Marissa Haque yang juga hadir di acara ini.

    • Guru adalah kunci
    • Untuk kita mencerahkan manusia
    • Mendidiklah tanpa lelah
    • Sampai engkau tlah tiada

    • Guru yang amanah
    • Takkan terikat waktu
    • Lakukan tugasmu yang mulia
    • Warnai bintang di jiwa

    • Mendidiklah dan tetap amanah
    • Walau dunia tak seindah surga
    • Bersyukurlah pada yang Kuasa
    • Cinta kita pada-Nya
    • Selamanya …….

    • Cinta kepada manusia
    • Memberikan senyuman abadi
    • Walau hidup kadang tak adil
    • Tapi cinta lekat di kita

    Intinya guru harus amanah sebagaimana bait ini (bisa dinyanyikan dengan lagu Laskar Pelangi)
    dari pak Syamril al-Bugisyi. Sebab saya di Solo, dan tidak ikut acara di Bandung itu, salam dari Solo.

    DIarsipkan di bawah: Dunia Guru | yang berkaitan: Pendidikan, Guru, Info, Seminar, Bandung, Cahaya, Ilmu, Bangsa, Iman, Takwa, Akhlak, Mulia

    « Blog Penghina Nabi Muhammad SAW Lomba Karya Ilmiah »2 Responses to “Guru adalah Cahaya”
    Hendrawan, di/pada Nopember 21st, 2008 pada 10:59 am Dikatakan:
    syukurlah saya calon guru..

    salam kenal..

    ummuhani, di/pada Nopember 21st, 2008 pada 1:16 pm Dikatakan:
    guru yang paling pokok ialah ibu. sosok ibu bahkan adalah sekolah anak-anaknya. Untuk mempersiapkan generasi mulia maka perlu mempersiapkan seorang ibu terebih dahulu.

    Ferasta, Universitas Borobudur, Jaktim, di/pada Nopember 27th, 2008 pada 11:44 am Dikatakan: Komentar anda sedang menunggu moderasi.
    Marissa Haque Kunjungi Warga Buyat

    Kapanlagi.com – Marissa Haque pada Jumat sore mengunjungi warga Buyat di Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan, Jakarta.
    “Saya merasa sedih. Ini memang tragedi, pemerintah seharusnya melakukan tindakan pengobatan kepada korban dan pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi di daerah lain,” kata Marissa.

    Ia menambahkan bahwa mereka akan membantu mencari jalan keluar permasalahan tersebut dan akan memberikan bantuan yang nyata.

    Rombongan Mega Centre yang dipimpin oleh Marissa Haque dan Michael Umbas, semula direncanakan datang pukul 13.30 WIB, namun baru datang pukul 15.20 WIB.

    Beberapa anggota Dewan Perwakilan Daerah perempuan antara lain dari Sulawesi Utara, Aceh, Sumatera selatan, Riau, Papua, dan Maluku Utara juga hadir dengan menumpang sebuah bus kecil.

    Menurut Aryanti Baramuli, anggota DPD Sulawesi Utara yang ikut hadir dalam kunjungan tersebut, isu Buyat sudah menjadi agenda dalam diskusi Kaukus Perempuan Politik Indonesia, dengan tujuan agar politisi perempuan menjadi lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat.

    Lima belas warga Buyat datang ke Jakarta untuk meyakinkan pemerintah bahwa Teluk Buyat di Sulawesi Utara memang tercemar oleh sejumlah logam berat, yang menyebabkan warga menderita akibat gejala-gejala seperti keram, sesak napas, panas, dan benjolan di beberapa tempat.

    Sebelas orang di antaranya kini masih dirawat di RS Saint Carolus dan RS Cikini Jakarta. Mereka adalah Jane Rorong (35 ) dan anaknya Ivan (1,8), Surtini Paputungan (32) dan anaknya Aldo (2), Zuhra Lambonaung (36) dan anaknya Dewi Rumambi (1,9), Suntia Modeong dan Sara (1 tahun 2 bulan), Mira Popare (9), dan Utu (28). (*/erl)

    Lihat profil: Marissa Haque
    Diposting oleh: Editor | Sabtu, 07-08-2004 |

    Marissa Haque Kunjungi Warga Buyat Di LBHK
    Kapanlagi.com – Marissa Haque pada Jumat sore (6/8) mengunjungi warga Buyat di Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan, Jakarta. “Saya merasa sedih. Ini memang tragedi, pemerintah seharusnya melakukan tindakan pengobatan kepada korban dan pencegahan agar kasus serupa tidak terjadi di daerah lain,” kata Marissa.
    Ia menambahkan bahwa mereka akan membantu mencari jalan keluar permasalahan tersebut dan akan memberikan bantuan yang nyata.

    Rombongan Mega Centre yang dipimpin oleh Marissa Haque dan Michael Umbas, semula direncanakan datang pukul 13.30 WIB, namun baru datang pukul 15.20 WIB.

    Beberapa anggota Dewan Perwakilan Daerah perempuan antara lain dari Sulawesi Utara, Aceh, Sumatera selatan, Riau, Papua, dan Maluku Utara juga hadir dengan menumpang sebuah bus kecil.

    Menurut Aryanti Baramuli, anggota DPD Sulawesi Utara yang ikut hadir dalam kunjungan tersebut, isu Buyat sudah menjadi agenda dalam diskusi Kaukus Perempuan Politik Indonesia, dengan tujuan agar politisi perempuan menjadi lebih peka terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat.

    Lima belas warga Buyat datang ke Jakarta untuk meyakinkan pemerintah bahwa Teluk Buyat di Sulawesi Utara memang tercemar oleh sejumlah logam berat, yang menyebabkan warga menderita akibat gejala-gejala seperti keram, sesak napas, panas, dan benjolan di beberapa tempat.

    Sebelas orang di antaranya kini masih dirawat di RS Saint Carolus dan RS Cikini Jakarta. Mereka adalah Jane Rorong (35 ) dan anaknya Ivan (1,8), Surtini Paputungan (32) dan anaknya Aldo (2), Zuhra Lambonaung (36) dan anaknya Dewi Rumambi (1,9), Suntia Modeong dan Sara (1 tahun 2 bulan), Mira Popare(9), dan Utu (28). (*/dar)

  7. [QUOTE=marissa_haque;5849729][[SIZE="6"]QUOTE=kaisar_tua;5368200]Posting doong mukanya Ibu Ratu Atut..
    Katanya serem, Apakah gw akan merasa ke-atutan setelah ngeliat fotonya..[/QUOTE][/SIZE]

    [B][COLOR="DarkRed"][SIZE="6"]Adik Ratu Atut Chosiyah Wawan suami Arin Rachmi Diany dari PKS jadi TERSANGKA di Kejaksaan Agung[/SIZE][/COLOR][/B]

    [IMG]http://i463.photobucket.com/albums/qq356/marissahaque/BapakRatuAtutChosiyahTbChasanSochib.jpg[/IMG]

    Minggu, 24 Agustus 2008 | 18:22 WIB
    TANGERANG, MINGGU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang menjadwalkan akan memanggil adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Heri Wardana alias Wawan terkait dugaan kasus korupsi pembangunan RSUD Balaraja.

    Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tangerang, Rakhmat Haryanto, Minggu (24/8) mengatakan, jadwal pemanggilan adik pejabat nomor satu di Provinsi Banten tersebut pada Senin (25/8).

    “Wawan seharusnya memenuhi panggilan Kejari Tangerang pada Jumat (22/8) kemarin, namun berhalangan hadir karena harus menghadiri rapat Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) Provinsi Banten,” ungkapnya.

    Haryanto mengatakan, Wawan akan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang.

    Sebelumnya, Kejari Tangerang telah menetapkan lima tersangka yang diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi pembangunan rumah sakit pemerintah yang menghabiskan dana dekonsentrasi APBN 2006 sebesar Rp14,115 milyar tersebut.

    Kelima tersangka tersebut antara lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinskes) Provinsi Banten, DBS, Pejabat Pembuat Komitmen Dinkes Provinsi Banten, NA, Direktur kontraktor proyek PT Glindingmas Wahana Nusa sebagai kontraktor proyek, JC, Kepala Proyek, DW dan konsultan pengawas proyek dari PT Cipta Sarana Mitra, AS.

    Modus operandi yang dilakukan para tersangka yakni membuat laporan palsu secara bersamaan tentang kemajuan pembangunan RSUD Balaraja. Laporan kemajuan pembangunan tersebut untuk mencairkan dana ke Dinkes Provinsi Banten sebesar Rp 14,115 milyar padahal laporan kemajuan proyek tidak sesuai dengan bangunan fisiknya.

    Kejaksaan menemukan hasil pengumpulan data dan survey lokasi yang menunjukkan sejumlah bangunan fisik tidak sesuai dengan laporan kemajuan proyek, di antaranya toilet, keramik lantai, saklar dan jaringan listrik.

    Namun demikian, Haryanto menjelaskan, pemanggilan Wawan tersebut bersifat tidak mengikat dan akan mengubah penanganan kasus yang sudah mencapai tahap penyidikan itu. “Pemanggilan Wawan juga didasarkan keterangan tersangka JC, yang menyebut nama Wawan. Namun belum diketahui jelas peranan Wawan pada pembangunan RSUD Balaraja.”

    Selain itu, Kejari Tangerang juga akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hani Heryanto terkait perencanaan dan pembangunan rumah sakit milik Kabupaten Tangerang tersebut.[/QUOTE]

    [IMG]http://i463.photobucket.com/albums/qq356/marissahaque/marissalabrakpolisi1.jpg[/IMG]

    Selasa, 16 Desember 2008 19:53 WIB
    Marissa Haque Minta Laporannya Dibuka Kembali >> [IMG]http://i463.photobucket.com/albums/qq356/marissahaque/PrettyGreenandWhiteofMarissaHaque20.jpg[/IMG]

    MI/M. Soleh
    JAKARTA–MI: Artis era 80-an yang juga merambah dunia politik, Marissa Haque meminta laporannya mengenai dugaan ijasah palsu yang digunakan oleh Ratu Atut Chosiyah yang telah di SP3 (Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan) agar dibuka kembali.

    Marissa menuduh Atut menggunakan ijasah palsu dari Universitas Borobudur saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Propinsi Banten tahun 2006 lalu. Marissa didampingi oleh kuasa hukumnya, Sahara Pangaribuan mendatangi Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/12) untuk mempertanyakan perihal laporannya yang telah di SP3.

    Istri dari penyanyi rock, Ikang Fawzi ini mengaku mengetahui perihal SP3 laporannya dari media massa, “Saya mempertanyakan dasar SP3. Alat bukti yang sudah diajukan dianggap tidak ada, ini adalah pembusukan karakter, penggiringan opini lewat media, ” ujar Marissa. Padahal, menurut Sahara, pihaknya telah menyerahkan sekitar 12 alat bukti dan 18 orang telah diperiksa sebagai saksi menyusul laporan kliennya tersebut.

    Marissa yang ditemui oleh Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum, Ajun Komisaris Besar Dharma Parengkun, mengatakan pihak kepolisian meminta waktu untuk melakukan pemeriksaan kembali berkas kasusnya tersebut, “Nanti tanggal 22 atau 23 (Desember) kita akan melakukan pertemuan lagi,” katanya.

    Ia juga menyatakan rasa kekecewaannya dengan kinerja polisi yang telah menangani kasusnya, “Saya harap Kapolri membantu anak buah melihat kinerjanya. Ini adalah pelanggaran disiplin polri, tidak bisa lepas dari tuntutan, ” tegasnya. Marissa juga menduga ada permainan dibalik laporannya yang telah di-peti es-kan, “Ada dugaan merujuk kepada gratifikasi,” tandasnya

  8. atut gubernur ter korop

  9. Salah satu anak buah Atut didalam korupsi berjamaah adalah Bupati Pandeglang bernama DIMYATI NATAKUSUMAH. Uang rakyat yang dirampok sama begundal Ratu Atut Chosiyah dari PPP Pandeglang besarnya dua kali lipat dari yang dicuri sama besannya Presiden SBY melalui Bank Indonesia kemarin ini. Dana dukungan kesejahteraan rakyat Banten yang makan nasi aking sekelas nasi buat ternak adalah Rp 200 Milyar,- Mereka bagi-bagi sesama perampok Banten asal GOLKAR BAnten diantara Bapak si Atut Tb Chasan Sochib, Adik lelakinya Tb Caeri Wardhana alias Wawan suami dari Airin Rachmi Diany yang dulunya Golkar terus ganti baju PPP nyumbang ke Surya Dharma Alinduit semilyar rupiah terus belakangan jadi PKS juga karena NYETOR lewat ZULKIEFLIMANSYAH mantan calon gubernur Banten 2005 lalu. Tifatul Semiring yang istrinya 3 orang dapat bagian dari usaha Zul dari PKS merayu ipar Ratu Atut Chosiyah ini karena berhasil menjadikan calon wakil walikota Tangerang pada Pilkada lalu dipasangkan dengan ustad jazuli anggota DPR RI Komisi 3. Huuuuuu….

  10. Mulai dari gubernur sampai pejabat yang ada di provinsi banten semuai itu “PERAMPOK UANG RAKYAT”. Karena Atut Chosiyah dan antek-anteknya punya “POHON” APBD dan APBN. jadi hanya kelompok mereka yang dapat memetik hasil pohon yang ditaman. untuk itu, kalau pejabat dan gubernur nya rampok, seharusnya PRESIDEN jangan diam saja. harus segera ambil TINDAKAN. kalau negeri ini di huni oleh para perampok….APA KATA DUNIA….Banten ini seperti cerita negeri ANTAH BARANTAH…dimana kekuasaan dan kekuatan yang mendorong mereka untuk melakukan penindasan secara tidak langsung kepada rakyat.

    Chasan Sochib, pimpinan informal yang sangat kuat pengaruhnya di Banten. Kelompoknya dikenal sebagai Kelompok Rawu mendominasi swasta, kemasyarakatan dan pemerintahan. Anak-anak Chasan Sochib mulai masuk ke pemerintahan melalui pemilihan kepala daerah. Dominasi kelompok ini mengingatkan pada mafia yang dipimpin seorang “GODFATHER”. Tak ada penegak hukum pusat maupun daerah mampu “menyentuhnya”. sepak terjang Chasan Sochib dan keluarganya.
    mampu menguasai semua lini baik formal dan informal.

    Jaringan Mafia Keluarga Banten mulai dari TB Chasan Sochib,(Bapak), Ratu Ratna Komala Sari (Istri chasan sochib gak tau yang ke berapa) Ratu Tatu Chasanah (anak ke 1) Ratu Atut Chosiyah,(anak ke 2) TB Chaeri Wardhana alias wawan, (anak ke 3) Chaerul Jaman (adik tiri atut), Lilis Karyawati (adik tiri atut),Jhon chaidir (suami Tatu chasanah) Hikmat Tomet (suami Atut chosiyah)Airin Rachmi diany (Istri Wawan), Andika Hazrumy (anak atut), Adde Rosie (istri andika).

    Jaringan PNS Mafia Banten
    Muhadi (Sekda Banten), Acid Syamsuri (Kabiro Pemerintahan), Agus Randil (Kabiro Perlengkapan), Opar Sochari (kepala Badan Diklat Banten), Iin Mansyur (Kadis Pemuda dan Olahraga), Yanuar (Kadis Kehutanan dan Perkebunan) Eko S Koswara (Kadis Pendidikan), M Sholeh (Kadis DPU Banten dan Penjabat walikota Tangerang Selatan), Djadja Budi S (Kadis Kesehatan), Eutik Suharta (kadis sosial), Zaenal Mutaqin (kabiro Kesra), Sigit suwitarto (Kepala BPPMD),

    Jaringan Hukum Mafia Banten
    Polda Banten, Kejati Banten, Efran (pengacara) Gusti (Pengacara), H Sagala (Pengacara)

    Jaringan Politik Mafia Banten
    Partai Golkar, PDIP, PBR, Jayeng Rana, Mahdar, Furtasan, Hartono, Rudi E Suherman, Adi Suryadharma,

    jadi….jangan pernah bermimpi bahwa kita bisa melawan “DINASTI INI” kalau semua unsur dan elemen masyarakat banten tidak bersatu.
    ” PERCUMA….PERCUMA…PERCUMA…” Pemerintah pusat pun “KEDER” tidak mampu mengungkap kebusukan mereka. (Para PERAMPOK BANTEN-Red).

  11. Jangan pilih ratu atut Chosiyah dan rano Karno keduanya nggak punya ijazah alias penipu semua!

  12. sabaRRR….sabar r r r r r r ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: